Pinjamkan Semangatmu

loading...
Engkau masih tabah. Sekukuh istana Taj Mahal yang berkurun menjadi saksi cinta agung abadi. Engkau setabah seorang Khadijah yang kehilangan semangatnya. Senyuman itu masih tak lekang saat aku memerlukan. Angin utara yang sepoi menjemput seorang tulang belakangmu, pun kau masih tak rebah.




Pinjamkan aku semangatmu buat mendepani seribu cabaran. Izinkan aku meletak telapak tangan ini di pipimu buat merasa hangat perjuangan lampau. Sesekali ada rasa segan untuk tidur di atas pangkuanmu tetapi apakah perlu itu semua? Kasih antara kita tiada batas. Ada masa ada ketikanya aku terbayang perih jerih di kala bersendirian. Pada kelibat seorang wanita tua, bagai terpampang iras wajahmu.

Sucinya hatimu mendengarkan keluh kesah sang perantau ini. Di dalam hati, agar kau tahu di mana letakmu. Sungguh aku letakkan penghormatan paling tinggi, seindah warna warni pelangi. Biarkan kau bernaung di situ bersama semangat yang mengalir buatku.

Engkau tabah menempuh kesedihan.

Usah digenang air matamu. Lepaskan ia buat aku memahami. Dalam tegarnya hatimu masih ada ruang rapuh yang kau sembunyikan. Aku rela menjadi payung abadi, demi kasihmu yang melimpah di hati.

Jangan lepaskan pegangan ini hingga ia terlerai sendiri.



No comments

TINGGALKAN KOMEN ANDA:

Powered by Blogger.