Menu
Results for "Karya Puisi"
Oh! MyKarya!



seorang lelaki
di tangan memegang akhbar harian
helaian pertama di tatap rapat
hembusan nafas gusar
bagai ada berita yang tidak enak
mencalar lorong hati dan rasa

ada ruangan jenaka
sesekali bibir tersenyum sumbing
entah apa apa yang diautakan
mungkin betul sindiran yang dipaparkan

bila akhbar ditutup
mata penuh warna kelabu
berita yang dibaca tak bisa
mengundang ceria di jiwa
semakin tertekan jiwa nan rawan
kerana dulu berita kematian sang anak
pun tahunya dari dada akhbar!  

seorang lelaki di tangan memegang akhbar harian helaian pertama di tatap rapat hembusan nafas gusar bagai ada berita yang tidak...
aynorablogs Jun 26, 2013
Oh! MyKarya!

senyuman diukir meski hati gusar
bibir berkata tabahnya jiwa nan mendengar
hati kita pun ikut bergetar
rasa megah ketakutan pun terhindar
semangatmu ku bawa di hari mendatar

tatkala salam dan pelukan terlerai
dirimu di seberang membawa misi keamanan
langkah berani diatur langsung tak goyah
jiwa raga manusia yang kau tinggalkan
ikut berkobar bersahut azam kemenangan...

dalam perjuangan menempuh kesukaran
kezaliman mata peluru tidak mengenal tuan dan lawan
titisan darah terakhir benar jua kata bidalan
kau menjadi korban yang kami namakan wirawan
dan titisan air mata yang tercinta pun ikut berjuraian
pergilah dengan aman jika itu jasa yang kau tawarkan...

wira bangsa tak mengenal lelah
satu yang pergi ribuan lagi bersemangat tinggi
satu persatu musuh kita tumbangkan
akhiri perjuangan ini dengan maruah!

musuh yang datang berkerat rotan
ibarat menempah maut di mulut sendiri
pagar bumi tercinta dengan jati diri
kita yang tinggal usahlah leka
kelak air mata berderaian lagi di bumi tercinta


jasamu dikenang selagi zaman tak lapuk
namamu abadi pada persada pertiwi

tamatkan kehancuran itu di sini!



catatan insiden Lahad Datu,
oleh aynora nur


senyuman diukir meski hati gusar bibir berkata tabahnya jiwa nan mendengar hati kita pun ikut bergetar rasa megah ketakutan pun terhindar...
Unknown Mar 5, 2013
Oh! MyKarya!

awan kelabu menutup langit jingga
hingga aku lupa mana jalanku
cahaya abadi nan menyuluh lorong
bawa langkah ini pada jalanmu
bimbang selamanya diri ini tersesat
dalam lembah curam dan berduri
siapakah yang mendengar jeritan ini?



awan kelabu menutup langit jingga hingga aku lupa mana jalanku cahaya abadi nan menyuluh lorong bawa langkah ini pada jalanmu bimbang se...
Unknown Sep 15, 2012
Oh! MyKarya!



pada angin gunung yang menyapa lembut
kau temui damai abadi di sebuah perkampungan
yang bayunya membawa deru semangat
menghilang kebah panas sang mentari gusar
sering melanda daerah yang sudah kontang
lembahnya penuh dengan paya keluhan
dan di sini pergunungan sepi
membawa cerita ketenangan anak bumi
mencerna warna tawa tak ternilai
lalu mencambah benih rasa cinta
pada bumi merdekamu ini!

pada angin gunung yang menyapa lembut kau temui damai abadi di sebuah perkampungan yang bayunya membawa deru semangat menghilang kebah ...
Unknown Sep 1, 2012
Oh! MyKarya!

datangmu dengan salam kasih
pada perindu yang menanti penuh sabar
mengira bulan dan bintang pada dada Hijrah
saat memeluk rahmatmu pada permulaan hari
tangisan syahdu mengiringi permohonan
ampunkan dosa silam kami

Maha Pemurah Ya Rabbi
kau berikan kami ampunan
dengan percuma tanpa minta balasan
kau Maha Pemberi
pada kami yang hina tidak mampu lagi di tadah
permohonan demi permohonan
apakah malu kami ini
ada tempat pada JannahMu?

kau bebaskan kami
dari panas dan bahang api neraka
janji janji manis yang tidak pernah kau mungkiri
malahan kau tepati ia dengan limpahan rezeki
kau bebaskan kami dari sengsara fakir
kau bebaskan kami dari sumpah murka

tetapi kenapa
kau tinggalkan kami juga
Ramadan 1433Hijrah...

aynora nur
penghujung Ramadan

datangmu dengan salam kasih pada perindu yang menanti penuh sabar mengira bulan dan bintang pada dada Hijrah saat memeluk rahmatmu pada p...
Unknown Aug 8, 2012
Oh! MyKarya!

Camar itu tak pulang-pulang
entah hilang di telan burung angkasa
entahkan sesat dalam belukar batu mencangkar langit
mungkin telah penuh hatinya
dengan asap hitam yang ditelan saban hari
demi menagih sesuap simpati dari hati yang sudi

Camar itu tak pernah muncul lagi
pada balik dinding besi yang di pagari
pada celah tubuh-tubuh lesu yang bergelimpangan
mungkin telah hancur maruahnya
digadaikan pada sebuah harga kehidupan
yang terhimpit dalam perlumbaan duniawi

Camar itu sepi tanpa berita
lewat utusan maya pun tak pernah dijumpai
apatah warkah bersetemkan kalimah rindu
yang ada tinggallah nama yang semakin kabur
kerana ingatan yang telah di mamah zaman
kerana usia penunggu itu pun tinggal sesaat dua!

keluhan hati,
aynora nur

Camar itu tak pulang-pulang entah hilang di telan burung angkasa entahkan sesat dalam belukar batu mencangkar langit mungkin telah penuh ...
Unknown Jun 1, 2012
Oh! MyKarya!

Sumpah!
Katamu kau setia pada jejalur senja pelangi yang mewarna maya
baru semalaman aku tinggalkan kau di perdu jati
tapi hatimu tak teguh bak pohon jati yang merendang meredup kita
lupakan atau aku terlupa
mana satu ungkapan yang dihulur dari butiran tak jelas
yang tiba-tiba aku pun tak tangkas lagi
lalu air mata yang dulunya mengalir jernih buat laluan luah rasa
kini sudah keruh dengan linangan hitam pekat lurah penuh dendam!

Biarkan!
lalu bilah-bilah hari yang kupikul penuh dengan amarah
janji segunung intan satu kumit pun tak kau penuhi
tapi derap gagah perkasa kau tujahkan pada jalan yang bersimpang
merempuh pagar aman yang terbina atas tanah bernama adil
gugur dan layu tembok batu melewati usianya yang begitu
tamparan kasar angin ganas bagai tak meriak pun kocakan airmu
jatuh pulas pada dada waktu yang anganmu tak sudah-sudah!

Susuri hari hari mendatang dengan dada lapang
tolehkan mata beningmu pada aku yang akur membawa
sinar kelam dan malam menyusur cahaya
di bawah naungan Takzim
yang berkah

..........................................
akukah yang tak faham?
aynora nur

Sumpah! Katamu kau setia pada jejalur senja pelangi yang mewarna maya baru semalaman aku tinggalkan kau di perdu jati tapi hatimu tak teg...
Unknown May 7, 2012